Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelas 6 Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 3

 Kelas 6 Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 3

Berikut ini Pembelajaran Kelas 6 Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 3. Silahkan bisa di Tonton Video dibawah ini ya.

Modernisasi Teknologi Transportasi

    Transportasi masa kini telah menunjukkan kemajuan yang pesat baik transportasi darat, air, dan udara. Sarana dan prasarana transportasi semakin lengkap dan baik. Sarana transportasi berupa alat angkutan, seperti sepeda motor, mobil, kereta api, kapal, dan pesawat terbang. Prasarana transportasi adalah penunjang kelancaran pengangkutan antara lain jalan, jembatan, terminal, stasiun, lapangan terbang, dan pelabuhan. Transportasi atau angkutan pada masa lalu awalnya menggunakan tenaga manusia. Contohnya dengan cara dipikul, digendong atau didorong. Lalu berkembang menggunakan tenaga hewan, seperti kuda, keledai, dan gajah. 

    Alat transportasinya sederhana, baik transportasi darat maupun transportasi air. Alat transportasi darat semula menggunakan tenaga manusia, seperti sepeda, becak, dan gerobak dorong. Kemudian berkembang menggunakan tenaga hewan, seperti pedati ditarik sapi, delman ditarik kuda, dan sebagainya. Transportasi laut yang menggunakan tenaga alam atau angin, yaitu perahu layar. Transportasi laut yang menggunakan tenaga manusia, misalnya rakit dan perahu dayung.

Transportasi darat 

    Alat transportasi tradisional umumnya tidak bermesin. Contohnya, antara lain sepeda, becak, cikar dan gerobak. Sepeda, becak dan cikar dapat digunakan sebagai alat angkutan barang dan penumpang. Sedangkan gerobak digunakan untuk alat angkutan barang. Alat angkutan darat tradisional pada umumnya hanya melayani pengangkutan jarak dekat.

Dampak Persatuan dan Kesatuan terhadap Diri Sendiri

    Berbagai peristiwa persatuan kesatuan terjadi di sekitar kita dengan atau tanpa kita sadari. Setiap peristiwa tersebut memberikan dampak terhadap sekitarnya, baik individu, masyarakat luas, maupun terhadap bangsa dan negara maupun kepada masyarakat. Salah satu dampak peristiwa persatuan dan kesatuan terhadap diri sendiri adalah munculnya sikap tenggang rasa, dan rasa senasib sepenanggungan. Ketika berbagai pihak bersepakat untuk menyatukan tujuan bersama, setiap anggota akan merasa diuntungkan karena tujuan bersama mereka tercapai. 

    Salah satu peristiwa persatuan dan kesatuan yang terjadi di Pasar Batik Trusmi, Cirebon. Pada awalnya usaha batik terancam bangkrut karena para perajin, produsen, dan pemerintah daerah bekerja sendiri tanpa saling bekerja sama. Dalam suatu kesempatan beberapa pihak terkait tersebut melakukan musyawarah untuk menyampaikan pendapatnya guna semakin mengembangkan usaha ini. Pada akhirnya tercapailah kesepakatan agar setiap pihak terkait bekerja bersama untuk tujuan yang sama, yaitu meningkatkan nilai jual batik trusmi tersebut. Para pengusaha dan perajin batik di Trusmi mendapatkan bimbingan dari pemerintah daerah. Mereka mendapatkan bimbingan dalam hal memahami masalah hukum dan hak cipta dan teknik membatik yang efisien dan efektif. Kemudian, pemerintah daerah juga membantu meningkatkan kualitas jalan menuju sentra produksi batik sehingga memudahkan pembeli untuk mendapatkan batik. Pada saat yang sama, pemerintah daerah mendapatkan masukan dari pajak penjualan dan pajak daerah dengan semakin meningkatnya produksi dan kunjungan warga ke pasar-pasar batik trusmi. Dengan demikian setiap pihak mendapatkan manfaat yang baik dengan peristiwa persatuan dan kesatuan tersebut.

Yuk lanjut ke Pembelajaran 4, Semangat !!!!

Posting Komentar untuk "Kelas 6 Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 3"