Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelas 4 tema7 subtema 1 pembelajaran 3

 Berikut ini kami siapkan video dari Kelas 4 tema7 subtema 1 pembelajaran 3 : 

Sumber : Chanel youtube CHITRA SINTARANI

Faktor Penyebab Keragaman Masyarakat Indonesia

Di Indonesia terdapat banyak keragaman, misalnya SUKU bangsa, bahasa, agama, dan BUDAYA. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya keragaman dalam masyarakat Indonesia. Beberapa faktor yang DIMAKSUD seperti berIKUT.

1. Letak Strategis Wilayah Indonesia

Letak Indonesia sangat strategis, YAITU berada di antara SAMUDRa Hindia dan SAMUDRa Pasifik. Indonesia JUGA berada di antara BENUA Asia dan BENUA AUSTRalia.  Letak  strategis  terSEBUT  menjadikan  Indonesia  berada  di  tengah- tengah LALU lintas perdagangan. Para pedagang dari berbagai negara datang ke Indonesia. Mereka membawa agama, adat istiadat, dan kebUdayaan dari negaranya.   Banyak   pendatang   menyebarkan   agama,   adat   istiadat,   dan KEBUDAYAAN negaranya, baik dengan sengaja MAUPUN tidak sengaja.

2. Kondisi Negara KEPULAUAN

Keadaan  geografi  Indonesia  merUPAKAN  wilayah  KEPULAUAN  yang  terdiri atas  13.466  PULAU  (berdasarkan  data  dari  http://www.BAKOSURtanal.go.id/ berita-sUrta/show/indonesia-memiliki-13-466-pUlaU-yang-terdaftar- dan-berkoordinat  yang  DIUNDUH  pada  5  Oktober  2016).  Banyaknya  PULAU  di Indonesia menyebabkan PENDUDUK yang menempati sATU PULAU ATAU sebagian dari sATU PULAU TUMBUH menjadi kesATUAN SUKU bangsa. Tiap-tiap SUKU bangsa memiliki bUdaya sendiri. Oleh karena itU, di Indonesia ada banyak sUkU bangsa dengan BUDAYA yang berbeda-beda.

3. Perbedaan Kondisi Alam

Negara  Indonesia  sangat  LUAS  dan  terdiri  atas  13.466  PULAU.  Tiap-tiap PULAU dibatasi oleh LAUTAN. Selain ITU, Indonesia merUPAKAN negara VULKANIS dengan  banyak  PEGUNUNGAN,  baik  GUNUNG  berapi  MAUPUN  BUKAN  GUNUNG berapi.    Keadaan  alam  Indonesia  terSEBUT  memengarUHI  keanekaragaman masyarakatnya.

KEHIDUPAN  masyarakat  pantai  berbeda  dengan  KEHIDUPAN  masyarakat PEGUNUNGAN.  Masyarakat  pantai  lebih  banyak  memanfaatkan  LAUT  UNTUK mempertahankan   HIDUPNYA,   YAITU   dengan   menjadi   nelayan.   Sebaliknya, masyarakat yang tinggal di lereng PEGUNUNGAN memiliki UPAYA sendiri UNTUK mempertahankan  HIDUPNYA.  Mereka  lebih  memilih  mata  pencaharian  yang berkaitan  dengan  relief  alam  PEGUNUNGAN,  misalnya  sebagai  peternak  ATAU petani sAYUR.

Bagaimana  dengan  masyarakat  yang  tinggal  di  kota?  Masyarakat  yang tinggal di kota TENTU tidak akan menjadi nelayan. Masyarakat kota cenderUNG UNTUK MEMBUKA USaha, bekerja di kantor, ATAU bekerja di pabrik.

4. Keadaan Transportasi dan KOMUNIKASI

KEMAJUAN dan keterbatasan sarana transportasi dan KOMUNIKASI dapat me- mengarUHI perbedaan masyarakat Indonesia. KEMUDAHAN sarana transportasi dan KOMUNIKASI MEMUDAHKAN masyarakat berHUBUNGAN dengan masyarakat lain.  Sebaliknya,  sarana  yang  terbatas  akan  MENYULITKAN  masyarakat  dalam berHUBUNGAN dan berKOMUNIKASI dengan masyarakat lain. Kondisi ini menjadi penyebab keragaman masyarakat Indonesia.

5. Penerimaan Masyarakat terhadap PerUBAHAN

KeterBUKAAN  masyarakat  terhadap  SESUATU  yang  barU,  baik  yang  datang dari dalam MAUPUN LUAR masyarakat, membawa pengarUH terhadap perbedaan masyarakat Indonesia. Masyarakat perkotaan relatif MUDAH menerima orang asing  ATAU  BUDAYA  lain.  Sebaliknya,  masyarakat  pedalaman  sebagian  besar SULIT menerima SESUATU yang barU. Mereka tetap bertahan pada BUDAYA sendiri dan SULIT menerima BUDAYA LUAR.

Tabel 1.1 SUKU Bangsa di Indonesia


No. Provinsi SUKU Bangsa
1 . Aceh Aceh, Alas, Gayo, Gayo LUT, Gayo LUWES, Singkil, SIMEULUE, ANEUK Jame, Tamiang, dan KLUET.
2. SUMATRa Utara Batak Angkola, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak SIMALUNGUN, Batak Toba, ULU, dan Nias.
3. SUMATRa Barat Mentawai, MINANGKABAU, GUCI, Jambak, Piliang, Caniago, TANJUNG, SIKUM Bang, dan Koto.
4. Jambi Anak Dalam, Jambi, Kerinci, MELAYU, BAJAU, Batin, KUBU, dan PengHULU.
5. RIAU Akit, MELAYU RIAU, Rawa, HUTAN, Sakai, Bonai, LAUT, dan Talang Mamak.
6. KEPULAUAN RIAU MELAYU, LAUT, dan Batak.
7. SUMATRa Selatan GUMAI, KAYU AGUNG, KUBU, Pasemah, Palembang, RANAU Kisan, Komering, Ogan, Lematang, Lintang, Semendo, dan Rejang.
8. KEPULAUAN Bangka BELITUNG Bangka, BELITUNG, Lom, Sawang, Sekak, Pangkal Pinang, MELAYU, dan Toboali.
9. BENGKULU Enggano, KAUR, Lembak, MUKO-MUKO, Semendo, Serawai,  MELAYU, Sekah, Rejang, dan Lebong.
10. LAMPUNG ABUNG, KrUI, MELAYU, LAMPUNG, Rawas, Semendo, dan Pasemah.
11. Banten BADUY, SUNDA, dan Banten.
12. DKI Jakarta Betawi.
13. Jawa Barat Cirebon dan SUNDA.
14. DI Yogyakarta Jawa.
15. Jawa Tengah Jawa dan Samin.
16. Jawa TIMUR Jawa, Bawean, MADURa, Tengger, dan Osing.
17. Bali Bali Aga dan Bali Majapahit.
18. NUSa Tenggara Barat SUMBAWA, Bima, DOMPU, Donggo, Mandar, Bali, dan Sasak.
19. NUSa Tenggara TIMUR Alor, Rote, Timor, SABU, Helong, SUMBA, Dawan, BELU, dan Flores.
20. Kalimantan Utara TIDUNG, BULUNGAN, Banjar, dan Dayak.
21. Kalimantan Barat Dayak (BIDAYUH, Desa, Iban, Kanayatan, KANTUK, Limbai, Mali, MUALANG, Sambas, MURUT, NGAJU, PUNAN, Ot DANUM, dan Kayan).
22. Kalimantan Tengah Dayak (Bara Dia, Bawo, DUSUN, Lawangan, Maayan, Ot DANUM, PUNAN, Siang MURUNG, NGAJU, Maanyan, DUSUN, Lawangan, BUKUPAO, dan Ot DUSUN).
23. Kalimantan TIMUR Dayak (BULUNGAN, TIDUNG, Kenyah BerUSU, Abai, Kayan, BAJAU BerAU, KUTAI, dan Pasir).
24. Kalimantan Selatan Dayak (Banjar, BAKUMPAI, BUKIT, Pitap, Orang Barangas, Banjar HULU, dan Banjar KUALA).
25. SULAWESI Utara Sangir, TALAUD, Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Bantik.
26. SULAWESI Tengah Kailili, Pamona, Mori, Balatar, Wana, Ampana, Balantak, BUNGKU, BUOL, Dampeles, Dondo, KULAWI, Lore, dan Banggai.
27. Gorontalo Gorontalo, SUWAWA, Atinggola, Mongondow, dan Bajo Manado.
28. SULAWESI Tenggara Laki, Malio, MUNA, KULISUSU Moronene, Wolio, Wononii, dan BUTON.
29. SULAWESI Selatan Makassar, BUGis, Toraja, Bentong, DURi, Konjo PEGUNUNGAN, Konjo Pesisir, dan Mandar.
30. SULAWESI Barat Mandar, MAMUJU, Pattae, TOSUMUNYA, dan Mamasa.
31. MALUKU Ambon, ArU, Ternate, Tidore, FURU-FURu, ALIFURU, TOGUTIL, Rana, Banda, BURU, dan Tanibar.
32. MALUKU Utara Seram, Banda, BURU, FURUR, ArU, Bacan, Gane, Kadai, KAU, dan Loloda.
33. PAPUA Arfak, Mandacan, BAUZI, Biak MUYU, Ekagi, Fak- Fak, Asmat, KAURE, Tobati, Dera, dan Dani.
34. PAPUA Barat Doteri, KURi, SIMURi, IrarUTU, Sebyar, Onim, Atam, Atori, AyamarU, Ayfat, Baham, KambrAU, Karas, Karon, Koiwai, dan Biak.


Posting Komentar untuk "Kelas 4 tema7 subtema 1 pembelajaran 3"