Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelas 4 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

 Berikut ini Kelas 4 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1 . Silahkan untuk di Tonton Video dibawah ini ya : 

 Sumber : Chanel youtube CHITRA SINTARANI

Nah, dari penjelasan diatas Subtema 1 tentang Keragaman suku bangsa dan agama di negeriku,  Tema 7 Indahnya keragaman di negeriku ,  Pembelajaran 1 

SUKU Bangsa di Indonesia

Sejak    DAHULU    kala    bangsa    Indonesia    HIDUP    dalam    keragaman. Kalimat Bhinneka Tunggal Ika pada lambang negara GarUDA Pancasila BUKAN CUMA slogan. PENDUDUK Indonesia terdiri atas beragam SUKU bangsa, agama, bahasa, adat, dan BUDAYA tetapi SEMUA dapat HIDUP rUKUN berdampingan.

Berdasarkan hasil SENSUS Badan PUSat Statistik (BPS) TAHUN 2010, bangsa Indonesia terdiri atas 1.331 SUKU. Berdasarkan SENSUS ITU PULA, SUKU bangsa terbesar adalah SUKU Jawa yang MELIPUTI 40,2 persen dari PENDUDUK Indonesia. SUKU  Jawa  ini  merUPAKAN  GABUNGAN  dari  SUKU-SUKU  bangsa  di  PULAU  Jawa, YAITU: Jawa, Osing, Tengger, Samin, Bawean, Naga, dan SUKU-SUKU lainnya. SUKU yang paling sedikit jUmlahnya adalah SUkU Nias dengan jUmlah 1.041.925 jiwa ataU hanya 0,44 persen dari JUMLAH PENDUDUK Indonesia. NAMUN, SUKU-SUKU PAPUA yang terdiri atas 466 SUKU, JUMLAHNYA hanya 2.693.630 jiwa ATAU 1,14 persen dari jUmlah pendUdUk Indonesia. Sedangkan etnis Tionghoa jUmlahnya 2.832.510 jiwa ATAU 1,2 persen PENDUDUK Indonesia.

Seni Gerabah di Indonesia

TAHUKAH    KAMU,    apa    yang    DISEBUT    gerabah? Berdasarkan  Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia  (KBBI), gerabah    yaitU       alat-alat   dapur   (untuk   masak- memasak dan sebagainya) yang dibuat dari tanah liat yang  kemudian  dibakar  (misalnya  kendi,  belanga). Memang,     awalnya     PEMBUATAN     gerabah     UNTUK MEMENUHI  KEBUTUHAN  alat-alat  DAPUR. 

 NAMUN,  dalam perkembangannya seni kerajinan gerabah MELUAS dan menghasilkan beraneka macam benda. PEMBUATAN   gerabah   secara   tradisional   tersebar di  wilayah  NUSantara.  

Di  Jawa,  tempat  yang  terkenal dengan   pembUatan   gerabah   adalah   Kasongan,   Yogyakarta. K a s o n g a n    a d a la h   nama  daerah di Kecamatan Kasihan, BANTUL. Letak Kasongan KURang lebih 8 km di sebelah barat  daya  Yogyakarta.  

Gerabah  Kasongan  awalnya biasa  saja.  Perajin  Kasongan  DAHULU  hanya  MEMBUAT barang-barang  rUMAH  tangga,  seperti  anglo,  cobek, ATAU kendi. NAMUN, pada TAHUN 1970-an, Bapak Sapto HUdoyo,  seorang  seniman  Yogyakarta   mendidik  perajin  di  sana.  

Mereka diajari cara MEMBUAT karya seni dari tanah liat. Sejak saat ITU, seni gerabah semakin berMUNCULAN. Para perajin MEMBUAT kendi yang lebih UNIK. Mereka JUGA MEMBUAT vas yang dilengkapi aneka hiasan. Semakin hari, PENGETAHUAN dan keahlian perajin makin berkembang. 

Hasilnya, seperti yang kita lihat hari ini. Gerabah Kasongan menjadi terkenal dan banyak dicari.
Di KABUPATEN Lombok Barat, NUSa Tenggara Barat ada SEBUAH daerah yang terkenal dengan seni PEMBUATAN gerabah, YAITU di BANYUMULEK. Ada sATU karya UNIK  dari  seni  kerajinan  gerabah  dari  BANYUMULEK  ini,  YAITU  “kendi  maling”. 

UMUMNYA, kendi (wadah air) MEMPUNYAI LUBANG di bagian atas UNTUK mengisi air. NAMUN, kendi dari BANYUMULEK ini MEMPUNYAI LUBANG UNTUK mengisi air pada bagian bawah. Konon, pada zaman DAHULU, kendi ini DIBUAT UNTUK raja sebagai pengaman SUPAYA “maling” yang berniat merACUNI raja KEBINGUNGAN mencari LUBANG di bagian atas kendi.

Masyarakat   PULAU   OUW   di   MALUKU   Tengah   JUGA MEMBUAT   gerabah   yang   DISEBUT   sempeh.   Mereka kebanyakan MEMBUAT sempeh UNTUK keperLUAN rUMAH tangga. Ada sempeh yang DIGUNAKAN sebagai kompor, tempat memasak makanan, dan MEMBUAT obat-obatan tradisional.  Ada PULA sempeh yang DIGUNAKAN sebagai wadah SUGUHAN dan berFUNGSI seperti piring.

Di   PAPUA,   saat   ini   tradisi   PEMBUATAN   gerabah DITEMUKAN di pesisir UTARa PAPUA, tepatnya di KAMPUNG Abar.   KAMPUNG   Abar   adalah   salah   sATU   KAMPUNG di   DANAU   Sentani,   KABUPATEN   JAYAPURa.   UMUMNYA, PEMBUATAN   gerabah   di   KAMPUNG   Abar   DILAKUKAN wanita. KONSUMEN gerabah dari KAMPUNG Abar adalah para  wisatawan  yang  datang  ke  DANAU  Sentani.  Bagi para  wisatawan,  gerabah  PAPUA  ITU  menarik  karena

DIBUAT dengan tangan kosong tanpa mengandalkan teknologi alat PEMUTAR. BENTUKNYA yang tidak HALUS dengan motif-motif khas Sentani JUGA merUPAKAN daya tarik gerabah PAPUA.

Posting Komentar untuk "Kelas 4 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 1"